Harapan Kebangkita Bali Seperti Filosofi Bermain Layangan
Ilustrasi Harapan Tinggi dari Bermain Layangan
Bukan berarti masyarakat Bali tidak terlalu perduli terhadap dampak pandemi ini. Hampir semua terkena dampaknya. Daya beli masyarakat sangat menurun. Perekonomian Bali sangat lesu.
Andalan Bali yang terutama merupakan dari sektor pariwisata. Pandemi memaksa orang untuk lebih banyak bertahan di rumah. Sehingga Bali kehilangan wisatawan.
Prediksi dari beberapa orang yang saya temui setelah pandemi ini berakhir, yaitu butuh dua tahun untuk memulihkan kembali perekonomian Bali. Mereka sepakat, tidak bisa langsung kembali seperti semula perekonomian Bali. Butuh proses yang lumayan panjang. Saya tidak membantah argument mereka, karena bukan baru pertama ini mereka bangkit dari keterpurukan.
Seperti filosofi bermain layangan. Butuh usaha yang keras dan melawan serta memanfaatkan angin untuk mengudara ke atas. Setelah mencapai tujuan yaitu di atas, disitulah kesuksesan bermain layangan.
Begitu juga dengan kondisi pandemi sekarang. Bali sedang berusaha melewati proses melawan atau memanfaatkan kondisi pandemi ini, untuk kembali bangkit. Tujuannya untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Bali.
Harapan yang tinggi terus dinaikkan dan dilayangkan. Harapan kembalinya Bali seperti sedia kala. Keindahan alam Bali sudah terlalu lama tertidur dan dia ingin dinikmati kembali oleh wisatawan. Bali pasti bangkit kembali.
Read more info "Harapan Kebangkita Bali Seperti Filosofi Bermain Layangan" on the next page :
Editor :Mei Friandy Bangun
Source : Sumber photo dari unsplash.com